Habapublik.com, Meureudu: Sebanyak 75 siswa baru terpilih dari tiga jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA) di Kabupaten Pidie Jaya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat pada hari Selasa (30/9/2025).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Tgk H sibral Malasyi disertai prosesi peusijuk (tepung tawar) ini menjadi awal perjalanan mereka menempuh pendidikan dengan suasana baru sekaligus mengenal lebih dekat lingkungan sekolah.
Sekolah Rakyat merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden RI Nomor 8 Tahun 2025 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem, berdasarkan Keputusan Kementerian Sosial Nomor 49/HUK/2025 tentang Tim Formatur Penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo ini adalah ikhtiar pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan layak, menanamkan keterampilan akademik maupun non-akademik,” kata Bupati Pijay saat membuka MPLS sekolah rakyat yang terletak di Kec. Tringgadeng itu.
Dijelaskan, hal itu adalah bentuk Komitmen pemerintah kabupaten Pidie Jaya guna mendukung penuh program ini sebagai bentuk upaya memutuskan rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berkualitas.
Bagi para siswa siswi sekolah rakyat yang baru Bupati berpesan supaya jangan pernah minder karena latar belakang keluarga. Menurutnya mereka generasi pilihan yang diberi kesempatan emas untuk belajar dan meraih cita-cita.
“Gunakanlah kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, karena kelak kalianlah yang akan memimpin daerah dan bangsa ini,” pesan Bupati pada kegiatan yang turut dihadiri jajaran Forkopimda, para guru serta tenaga pendidik.
Sebagai informasi tambahan, proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi keluarga dari Desil 1 (10% keluarga termiskin) dan Desil 2 (11–20% keluarga termiskin) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sementara untuk seleksi dilakukan melalui verifikasi ekonomi, kunjungan rumah, wawancara orang tua, dan tes kesehatan. Tahun 2025 ini, terdapat 75 siswa terpilih yang terbagi dalam tiga jenjang pendidikan yakni SD, SMP dan juga SMA.
Adapun tenaga pengajar berjumlah 17 orang guru (6 laki-laki, 11 perempuan) yang berasal dari Pidie Jaya, Banda Aceh, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Sumatera Barat, dan Jawa Tengah. Selain itu, terdapat 33 tenaga pendidik.
Ditambah dengan penunjang yang masing-masing terdiri dari tata usaha, operator, bendahara, wali asuh, wali asrama, tenaga kesehatan, satpam, petugas kebersihan, hingga juru masak. SR ini berbasis boarding school gratis, dengan fasilitas asrama, laboratorium, serta teknologi pembelajaran modern.(*)












