Habapublik.com, Sabang: Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kota Sabang bersama unsur Forkopimda dan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh melaksanakan kegiatan penanaman padi gogo. Kegiatan berlangsung di lahan milik M. Yasin, warga Gampong Cot Abeuk, dengan luas dua hektar dan menggunakan varietas padi Impago 13 Fortiz.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanpangan Kota Sabang, Widya, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan budidaya padi gogo di wilayah Sabang. Ia menilai kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan ketahanan pangan daerah.
“Penanaman padi gogo ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan kering secara optimal. Melalui dukungan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian, kami berharap produktivitas padi di Sabang semakin meningkat,” ujar Widya, Jumat (31/10/2025).
Ia menambahkan, varietas padi Impago 13 Fortiz dipilih karena memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lahan kering. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya di Sabang.
Sementara itu, pemilik lahan sekaligus anggota kelompok tani Semangat Tani, M. Yasin, menjelaskan bahwa selama ini petani menghadapi sejumlah kendala teknis dalam proses budidaya. Salah satunya adalah keterbatasan pasokan air untuk menyiram tanaman.
“Selama ini kendala utama yang kami hadapi adalah ketersediaan air untuk menyiram tanaman. Namun dengan adanya pendampingan dari Distanpangan dan Balai Pertanian, kami optimis hasil panen nanti akan lebih baik,” ungkap M. Yasin.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Sabang, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat yang ikut melakukan penanaman secara simbolis. Pemerintah Kota Sabang berharap program ini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.(*)












