Daerah  

Kelancaran Mudik Nataru, Polres Subulussalam Kerjasama BPBD dan Dinas PUPR Siagakan Alat Berat

Pengaturan lalulintas di Tanjakan Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Foto: Humas Polres Subulussalam.

Habapublik.com, Subulussalam : Memasuki penghujung tahun 2025, Kota Subulussalam menghadapi tantangan ganda berupa lonjakan mobilitas masyarakat dan cuaca ekstrem. Curah hujan yang tinggi di wilayah Aceh, memicu ancaman bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang dapat memutus jalur transportasi.

Polres Subulussalam telah mengidentifikasi beberapa titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik dan balik. Untuk mengantisipasi hambatan arus lalu lintas akibat material longsor, pihak kepolisian telah menjalin kerja sama dengan BPBD dan Dinas PUPR. Sinergi ini mencakup penyediaan alat berat di lokasi-lokasi strategis yang memiliki sejarah kerawanan tinggi terhadap pergeseran tanah.

Selain faktor alam, tingginya mobilitas warga untuk rekreasi diprediksi akan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Kelangkaan BBM menjadi salah satu potensi kerawanan yang dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas dan memicu kecelakaan. Petugas akan ditempatkan secara khusus di area pengisian bahan bakar untuk mengatur antrean agar tidak meluap ke badan jalan.

Kasat Lantas Polres Subulussalam, Alfi Syahrin, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas telah disiapkan jika terjadi kendala pada jalur utama. Pihaknya memberikan perhatian khusus pada pengaturan di sekitar pasar tradisional yang sering menjadi titik kemacetan.

“Prioritas kami adalah menurunkan angka fatalitas korban kecelakaan di tengah kondisi jalan yang licin akibat hujan lebat,” kata Alfi Syahrin, Selasa (23/12/2025).

Ia menekankan bahwa personel akan berjaga 24 jam di pos pelayanan untuk membantu pemudik yang mengalami kesulitan di perjalanan. Alfi juga mengingatkan pengemudi untuk tidak memaksakan diri berkendara saat cuaca memburuk.ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dan kondisi jalur sebelum melakukan perjalanan jauh.

Selain itu, Pos pelayanan yang didirikan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan personel TNI dari Kodim 0118. Fasilitas ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk beristirahat sekaligus mendapatkan pengecekan kesehatan singkat selama perjalanan mudik.

Komposisi pos pelayanan terdiri dari gabungan berbagai instansi, mulai dari kepolisian, Brimob, hingga Satpol-PP dan Dinas Perhubungan. Kehadiran multi-instansi ini dimaksudkan agar penanganan masalah di lapangan, baik kecelakaan maupun bencana, dapat dilakukan secara terpadu. Koordinasi yang cepat dianggap sebagai kunci utama dalam meminimalisir dampak kerugian harta benda maupun jiwa.

Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan demi keselamatan bersama. Kesiapsiagaan ini diharapkan mampu menjamin kelancaran arus mudik di tengah tantangan alam yang tidak menentu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *