Daerah  

Tambatan Boat Diterjang Banjir, Pemilik Mengadu ke DKP Pidie Jaya

Sejumlah pemilik boat pesisir Pidie Jaya menyampaikan keluhan dan laporan kerusakan boat akibat banjir kepada DKP Pidie Jaya, yang diterima langsung oleh Kadis, Dr Yandi Yusnandar. Foto: Hermansyah.

Habapublik.com, Meureudu: Banjir atau bencana ekologi yang melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) menyisakan kerusakan parah pada sejumlah tambatan (pacang) boat milik nelayan di PPI Meureudu, Pijay.

Bahkan beberapa pasak boat biasa dijadikan sebagai alat untuk bersandar dilaporkan patah dan tercabut pasca bencana banjir menerjang pada 26/11/2025 lalu. Aktivitas melaut nelayan pesisir Meurendu ini sementara waktu terganggu.

Para pemilik boat dan turut didampingi langsung oleh Abu Laot Meureudu, Iskandar dan Meurah Dua, M. Nasir kemudian melaporkan kejadian ini ke instansi terkait yakni, DKP Pidie Jaya, Selasa (6/1/2025) bertempat di Posko Center Penanggulangan Bencana.

Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan beberapa poin penting mengenai dampak yang dialami. Mulai dari lepas tambatan (pacang) boat, rusaknya dermaga PPI, dangkalnya kuala sehingga keluhan nelayan tidak bisa menggais rezeki.

Di samping itu, para nelayan merinci kerugian demi kerugian akibat musibah banjir yang nilainya sangat besar. Salah satu korban menyebutkan bahwa boat miliknya terseret derasnya arus banjir hingga terbawa ke daratan.

“Pukat beserta seluruh perlengkapan di dalam boat mengalami kerusakan dan sebagian hanyut ke laut.” kata salah satu pemilik boat ukuran besar kepada Kadis DKP setempat, Dr Yandi Yusnandar.

Abu Laot Meurah Dua, M Nasir juga memohon untuk menindaklanjuti laporan dari para pemilik boat pesisir Pidie Jaya ini. Terlebih timpal Nasir, persoalan krusial seperti kedangkalan Krueng Meureudu yang menuju ke menuju ke Kuala cukup parah.

“Seandainya memungkinkan, kami berharap Bapak Kepala Dinas dapat menempatkan alat berat jenis beko skala kecil secara permanen di bibir kuala sebagai langkah antisipasi terhadap permasalahan serupa.” timpal Nasir.

Dr. Yandi Yusnandar, selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pihaknya telah mencatat satu per satu laporan yang disampaikan oleh kedua abu laot lhok serta para pemilik boat.

Sebelumnya tim dari DKP kata Yandi telah melakukan pendataan manual dampak banjir bandang dan longsor bagi para nelayan pesisir kabupaten Pidie Jaya. Laporan ini tambah Kadis memperkuat proses pemulihan nanti. Meski ini bagian dari kapasitas pihak propinsi Aceh.

“Semoga keluhan dan laporan yang disampaikan, insyaallah! Terakomodir seluruhnya. Namun, kami dinas cuma hanya merangkum poin poin. Untuk wewenangnya berpulang kepada Propinsi Aceh atau kementerian Kelautan dan Perikanan pusat.” Imbuhnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *