Habapublik.com, Meureudu: Sejumlah tambak milik warga Gampong Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya mengalami kerusakan (amblas) setelah diterjang bencana banjir pada (26/11/2025) lalu.
Bahkan akibat kejadian nahas tersebut, udang vannamei yang hampir memasuki masa panen milik warga setempat hanyut terbawa arus hingga ke laut, sehingga menyebabkan para petambak mengalami kerugian yang tidak sedikit.
Munawar (35), salah seorang petambak di Lueng Bimba, Meurah Dua, Pijay menyebutkan bahwa tambak miliknya tersambung dengan pesisir laut. Kuatnya banjir menerjang sampai bagian tanggul penghalang tidak mampu menahan hingga akhirnya jebol.
“Ada lima petak tambak lain yang berdampingan dengan tambak saya ikut amblas tanggul penghalang karena kuatnya dorongan air bah itu,” ujar Munawar yang mengaku telah puluhan tahun menekuni usaha tani tambak.

Munawar menganggap kondisi tambak yang rusak parah tersebut layak memerlukan penanganan langsung dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya agar para petambak yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut dapat kembali beraktivitas.
“Kondisi tambak yang rusak ini perlu penanganan langsung dari pemerintah kabupaten agar kami bisa kembali berusaha,” tambahnya.
Diketahui, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Perdagangan Budi Santoso pernah melakukan peninjauan ke lokasi area tambak yang terdampak.
Walaupun demikian, mereka para petani tambak masih menunggu langkah yang konkret dari pusat melalui pemerintah kabupaten hingga komitmen tersebut segera direalisasikan agar kerugian tidak terus berlanjut.(*)












