Habapublik.com, Takengon – Harga ayam potong di pasar tradisional Takengon, Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih bertahan pada level mahal.
Menurut keterangan pedagang ayam, Abu Bakar, kondisi ini terjadi sejak bencana alam yang melanda Aceh pada November 2025 lalu.
Abu Bakar menjelaskan, banyak kandang ayam di wilayah Aceh rusak akibat bencana tersebut sehingga stok ayam lokal menjadi langka.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pasokan ayam terpaksa didatangkan dari Medan. Hal ini membuat harga jual ayam tetap mahal.
“Sekarang harga ayam per ekor bisa mencapai Rp85 ribu, bahkan untuk ukuran kecil sekitar Rp70 ribu. Ukurannya pun relatif kecil dibanding biasanya,” ungkapnya, Sabtu (21/2/2026).
Sebelum bencana, harga ayam potong di Takengon berada pada kisaran Rp50 ribu hingga Rp65 ribu per ekor. Namun sejak pasokan terganggu, harga terus naik dan bertahan tinggi hingga memasuki bulan ramadan.
“Perkiraan kemarin bulan puasa turun, tapi nggak juga. Stok kurang,” katanya lagi.
Ia menambahkan, harga yang tinggi ini diperkirakan masih akan bertahan lama. “Selama kondisi belum benar-benar pulih, harga ayam akan tetap stabil tinggi,” ujarnya.
Kondisi ini membuat masyarakat harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga, sementara pedagang berharap pemulihan peternakan lokal dapat segera dilakukan agar harga kembali normal.(*)












