Daerah  

Didampingi Pemkab Tinjau Kampung Terdampak Bencana di Gayo Lues, Kemendagri Siap Dukung Penataan Ulang

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama Kementerian Dalam Negeri meninjau langsung sejumlah kampung yang terdampak bencana hidrometeorologi, Senin (23/2/2026). Foto: Kamsah.

Habapublik.com, Blangkejeren – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama Kementerian Dalam Negeri meninjau langsung sejumlah kampung yang terdampak bencana hidrometeorologi, Senin (23/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah pemulihan dan penataan ulang desa berjalan terarah serta berbasis mitigasi risiko.

Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues mendampingi Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) La Ode Ahmad P. Bolombo dalam peninjauan di tiga desa yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni Desa Pasir (Kecamatan Tripe Jaya), Desa Tetingi (Kecamatan Pantan Cuaca), dan Desa Rigep (Kecamatan Blangkejeren).

Di sejumlah titik, terlihat dampak longsor yang merusak permukiman warga serta infrastruktur kampung. Beberapa rumah mengalami kerusakan, sementara akses jalan desa masih dalam tahap pemulihan.

Dalam dialog bersama warga, masyarakat menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi bencana susulan. Mereka berharap pemerintah dapat menata ulang kawasan permukiman agar lebih aman dan memiliki perlindungan jangka panjang dari risiko bencana.

La Ode Ahmad P. Bolombo menegaskan, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penataan tata ruang desa yang lebih tangguh.

“Kita ingin memastikan masyarakat tidak hanya kembali memiliki tempat tinggal, tetapi juga rasa aman. Karena itu, penataan kampung harus dirancang dengan perencanaan matang dan berbasis mitigasi risiko bencana,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama Kementerian Dalam Negeri meninjau langsung sejumlah kampung yang terdampak bencana hidrometeorologi, Senin (23/2/2026). Foto: Kamsah.

Ia menyatakan Kemendagri siap mendukung langkah strategis pemerintah daerah, termasuk dalam perencanaan tata ruang, penguatan kapasitas pemerintahan desa, hingga kemungkinan relokasi bagi kawasan yang dinilai rawan.

Sementara itu, Bupati Gayo Lues menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemulihan secara terukur dan terkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Menurutnya, sinergi lintas tingkat pemerintahan menjadi kunci agar penataan ulang desa tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjawab tantangan risiko bencana di masa mendatang.

Saat ini, pemerintah daerah bersama Kemendagri tengah menyusun rencana strategis penataan kampung terdampak. Opsi yang dibahas meliputi relokasi titik rawan, penguatan struktur bangunan, serta pembangunan infrastruktur desa berbasis mitigasi.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan menyeluruh, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan desa-desa terdampak memiliki ketahanan lebih baik terhadap potensi bencana serupa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *