Pekan Pertama Ramadan, Penjualan Takjil di Sabang Melesat Tajam

Pekan Pertama Ramadan, Penjualan Takjil di Sabang Melesat Tajam. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Omzet penjualan takjil di Kota Sabang mengalami peningkatan pada pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah. Sejumlah pedagang mengaku penjualan Ramadhan ini lebih tinggi dibandingkan hari biasa.

Salah seorang pedagang takjil di Sabang, Herman, menyebut peningkatan pembeli mulai terasa sejak hari pertama puasa. Ia mengatakan lapaknya menyediakan beragam menu berbuka dengan harga terjangkau untuk masyarakat.

“Alhamdulillah, aneka kue dari kering sampai basah ada di sini, harganya mulai Rp5.000 sampai Rp7.000. Produk yang dijual sebagian besar merupakan titipan dari pelaku UMKM lain di Sabang,” ujar Herman, Selasa 24 Februari 2026.

Dalam sehari, Herman menyiapkan dagangan dengan nilai sekitar Rp350.000 hingga Rp400.000. Rata-rata keuntungan yang diperoleh berkisar Rp150.000 sampai Rp200.000 per hari, dengan beberapa menu habis sebelum waktu berbuka.

Sementara itu, pedagang takjil lainnya, Adhari Fitriani, mengatakan lapaknya menerima titipan dari sekitar 20 pelaku UMKM. Ia menyebut variasi harga produk yang dijual mulai dari Rp1.000 hingga Rp15.000 per porsi.

“Satu hari kira-kira omzet mencapai Rp1,5 juta dan Alhamdulillah habis menjelang buka puasa. Menu yang paling laris di antaranya mochi, sus cokelat, kue seribuan, dan mie tiao,” katanya.

Adhari menjelaskan sebagian produk seperti mochi cokelat dan beberapa varian lainnya diproduksi sendiri. Ia mengaku sempat mengalami kendala bahan baku cokelat yang habis di pasaran, namun tetap berupaya menjaga produksi.

Menurutnya, dibandingkan tahun lalu, penjualan pada Ramadan tahun ini meningkat signifikan. Ia memperkirakan kenaikan omzet mencapai sekitar 30 persen sejak awal Ramadan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *