Daerah  

Jalan Dua Jalur di Pidie Jaya Akan Dibangun Mulai Tahun 2026

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Ruslan M Daud atau yang akrab disapa HRD, bersama Bupati Pidie Jaya, sedang melihat date bangunan jalur dua. Foto/Hermansyah.

*HRD Tinjau langsung Sejumlah Lokasi Rencana Pembangunan

Hanapublik.com, Meureudu: Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Ruslan M Daud atau yang akrab disapa HRD, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie Jaya, guna meninjau langsung sejumlah titik lokasi yang menjadi bagian dari rencana pembangunan jalan dua jalur.

Dalam kunker ke Pidie Jaya, hadir bersama HRD rombongan dari PPTK PU PR Provinsi Aceh, Kepala PU, dan dari Pertanahan. Kedatangannya di Pijay ini disambut hangat oleh Bupati setempat Tgk H Syibral Malasyi dan jajaran Forkopimda.

Melalui keterangan pers, Kamis (12/6/2025), di Simpang Jalan Layang, Meureudu, Pijay, kepada awak media, HRD mengatakan bahwa, proyek strategis ini mudah mudahan tanpa ada kendala apapun ditargetkan akan mulai dibangun pada tahun 2026.

Selain meninjau sejumlah titik ruas jalan yang akan dibangun jalur dua, ia juga meninjau ruas jalan Lueng Putu, Bandar Baru, pusat Kota Meureudu, dan Jembatan Gantung Gampong Geuteng, Kecamatan Meurah Dua, yang ambruk, putus dihempas banjir tahun 2024 lalu.

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Ruslan M Daud atau yang akrab disapa HRD, bersama Bupati Pidie Jaya, sedang melihat date bangunan jalur dua. Foto/Hermansyah.

Dihadapan Bupati dan wakil Bupati setempat, serta jajaran Forkopimda Ia berjanji akan terus fokus pada pembangunan sejumlah infrastruktur di Pidie jaya, baik jalan dua jalur maupun jembatan yang saat ini sangat mendesak, dan pada tahun 2026 bisa terealisasi pembangunannya.

“Jalan dua jalur di Pidie Jaya dirancang untuk mulai dibangun pada tahun 2026, dan saat ini sedang dalam tahap perencanaan teknis dan koordinasi lintas sektor, baik pembebasan lahan dan hal-hal lain yang dianggap penting,” ujar mantan bupati Bireuen itu.

Dalam momen yang serupa, Bupati Pidie Jaya, Tgk H Syibral Malasyi menyebutkan, bahwa apa yang dilakukan HRD adalah upaya dalam menanggapi keluhan masyarakat serta Pemkab Pidie Jaya terkait akses sarana yang dianggap krusual.

“Untuk proyek jalur dua ini sangat dinantikan masyarakat, mengingat tingginya volume lalu lintas dan keterbatasan lebar jalan saat ini. Kita berharap dan kerjasama semua pihak, tahun depan rencana ini terlaksana,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *