Habapublik.com, Sabang : Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang mulai memanfaatkan sampah organik basah untuk dikembangkan sebagai pakan alternatif ternak. Upaya ini dilakukan dengan mengolah sisa makanan menjadi maggot, larva lalat Black Soldier Fly yang bernutrisi tinggi.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan DLHK Sabang, Muhammad Hendrik Friasayani, S.T, M.T, menjelaskan proses ini sudah berjalan selama satu bulan terakhir. Inovasi ini merupakan pengembangan dari pengolahan kompos yang sebelumnya mencampurkan sampah basah dan kering.
“Maggot ini kami olah dari sisa nasi, kuih, dan limbah organik lainnya, lalu kami jadikan pakan ternak. Harapannya, maggot bisa menjadi salah satu solusi pakan lokal bagi peternak di Sabang dan mengurangi ketergantungan pada pakan luar daerah,” ujar Hendrik, Minggu (27/07/2025).
Menurut Hendrik, pemberian maggot kepada ternak masih dalam tahap uji coba dengan komposisi awal sebesar 1 persen. Ke depan, campuran maggot dengan bahan lain seperti daun kelor dirancang untuk menciptakan pakan yang seimbang.
“Dari hasil literatur dan uji coba awal, maggot harus dikombinasikan dengan bahan lain karena dominan mengandung protein. Kami sedang merancang campuran dengan nukelor agar menghasilkan pakan yang lebih optimal,” jelasnya.
Saat ini, DLHK menggandeng beberapa kelompok masyarakat dan bank sampah untuk kembali mengembangkan produksi maggot. Fasilitas pendukung seperti CCTV akan disiapkan untuk menjaga keamanan gudang penyimpanan.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi warga dan mendukung pengurangan sampah organik di Kota Sabang. Dalam dua bulan ke depan, sistem distribusi dan pengolahan maggot ditargetkan dapat berjalan lebih optimal.(*)












