Membumikan Pembelajaran Abad 21, IGI Aceh Timur Gelar Workshop Deep Learning

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Kabupaten Aceh Timur menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Aula SMA Negeri 1 Idi Rayeuk, Rabu (30/7/2025). Foto/Dok IGI Aceh Timur

Habapublik.com, Banda Aceh: Dalam semangat mendorong transformasi pendidikan yang lebih relevan dan kontekstual, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Kabupaten Aceh Timur menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Aula SMA Negeri 1 Idi Rayeuk, Rabu (30/7/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 85 guru dan kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dari berbagai kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur.

Ketua IGI Daerah Kabupaten Aceh Timur, Faisal, S.T., M.Pd, menyebutkan bahwa workshop ini merupakan respons konkret IGI terhadap tantangan pendidikan abad 21, yang menuntut guru untuk tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga merancang pembelajaran yang mengasah critical thinking, problem solving, serta kreativitas siswa.

“Pendekatan deep learning mampu menghadirkan proses belajar yang tidak hanya bermakna, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan nyata”, ujar Faisal.

Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar IGI untuk menguatkan kompetensi guru Aceh Timur dalam menghadapi perubahan zaman.

“Kami ingin guru-guru kita menjadi pemantik perubahan di kelasnya. Pembelajaran mendalam adalah fondasi agar siswa kita tak hanya pintar secara akademik, tapi juga cakap berpikir, peduli lingkungan, dan mampu menyelesaikan masalah nyata di sekitarnya,” sambung Faisal.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah nyata menuju transformasi sistemik di ruang-ruang kelas,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, Muslim. Z, S.Pd., M.Pd., yang hadir membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi terhadap inisiatif IGI Aceh Timur.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional. Pembelajaran mendalam adalah kebutuhan mutlak saat ini. Guru harus menjadi agen perubahan. IGI telah mengambil peran strategis dalam hal ini. Saya katakan, IGI itu seperti Yamaha – semakin di depan–,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muslim menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap inisiatif komunitas profesi seperti IGI yang mampu melahirkan inovasi nyata di lapangan.

“Kita butuh organisasi profesi guru yang tidak hanya berkegiatan seremonial, tapi benar-benar menyentuh kebutuhan kompetensi guru di kelas. Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan. Dinas tentu akan mendukung penuh setiap langkah yang berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran,” tambahnya.

“Saya berharap para peserta dapat menularkan semangat ini ke sekolah masing-masing. Jangan berhenti di ruang workshop, tapi bawa perubahan ini ke ruang kelas dan anak-anak kita,” harap Muslim.

Muliati, S.Pd., M.M., selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa minat guru sangat tinggi terhadap pelatihan ini.

“Pendaftaran melebihi target hanya dalam beberapa hari. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar para guru luar biasa. Bahkan ada yang datang dari daerah terpencil,” katanya.

Materi inti disampaikan oleh Khairuddin, S.Pd., M.Pd., trainer nasional yang telah dikenal luas dalam pelatihan model pembelajaran inovatif. Ia menekankan bahwa deep learning bukan sekadar strategi, melainkan sebuah pendekatan menyeluruh dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

“Guru harus menciptakan ruang belajar yang dialogis, kontekstual, dan menyenangkan. Saat siswa merasa tertantang sekaligus terlibat, maka proses belajar akan lebih dalam dan membekas,” jelas Khairuddin.

Salah satu peserta, Ruswati, S.Pd. dari SDN 3 Julok Rayeuk Utara, menyampaikan rasa syukurnya bisa mengikuti workshop ini.

“Saya benar-benar terinspirasi. Banyak hal baru yang saya dapatkan, terutama tentang bagaimana membangun suasana kelas yang hidup dan bermakna,” katanya.

Ruswati menabahkan bahwa peserta juga diajak praktik langsung merancang pembelajaran berbasis proyek dan tema, yang mendorong kolaborasi dan eksplorasi di kelas. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi, tanya jawab, dan simulasi.

“Kami akan menerima sertifikat setelah menyelesaikan tugas pengembangan rancangan pembelajaran berbasis deep learning yang dinilai langsung oleh narasumber. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi dan komitmen untuk terus belajar dan bertumbuh”, tambah Ruswati.

Ruswati berharap agar kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan.

“Kami berharap IGI Aceh Timur akan terus menjadi rumah belajar dan ruang kolaborasi bagi para guru. Kami ingin transformasi pendidikan bukan hanya wacana, tapi menjadi budaya di setiap sekolah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *