Habapublik.com, Sabang : Sebanyak 16 pemandu wisata di Kota Sabang mengikuti pelatihan intensif yang difokuskan pada objek wisata sejarah, mengenai asal mula adanya Karantina atau Asrama Haji pertama di Indonesia yang terletak di Pulau Rubiah Sabang.
Tujuan pelatihan ini, untuk membekali peserta dengan informasi mendalam tentang sejarah Sabang, khususnya asal-usul Asrama Haji, agar dapat menjadi cerita menarik bagi wisatawan.
Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Pemandu Wisata Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang Syamsuar menjelaskan, pelatihan ini merupakan upaya untuk memperkaya wawasan pemandu wisata tentang objek-objek bersejarah yang ada di Sabang. Ia menekankan, pemandu wisata di Sabang tidak hanya menjual keindahan laut dan alam, tetapi juga harus mampu mengangkat potensi wisata sejarah yang kaya.
“Kami berharap para peserta pelatihan ini bisa menceritakan sejarah Sabang secara lengkap kepada para wisatawan, termasuk asal-usul Asrama Haji pertama di Indonesia. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pemandu wisata dapat membantu mempromosikan Sabang secara lebih luas, sekaligus memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan,” ungkap Syamsuar, Sabtu (30/11/2024).
Sebelum berkunjung ke Pulau Rubiah, para peserta pelatihan telah mengikuti tur ke beberapa destinasi sejarah lain di Sabang, yang harus dipromosikan lebih luas ke wisatawan. Lokasi wisata tersebut seperti Benteng Anoi Itam, Gunung Berapi Jaboi, Peninggalan Benteng Jepang di Cot Bau, dan kawasan Kota Tua Sabang.
Sementara itu, salah satu peserta Pelatihan Pemandu Wisata Aini mursidah nasution mengungkapkan, kegiatan menjelajahi Hutan Pulau Rubiah dan melihat seluruh situs sejarah yang ada dilokasi tersebut menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi seluruh peserta. Kedepan ilmu dan informasi yang didapatkan, akan di berikan kepada pengunjung yang datang ke Sabang.
“Ini pengalaman yang paling seru bagi saya, kita mengetahui sejarah karantina haji, sumur, hingga bak penampungan air paling besar yang ada dipulau itu. Selesai mengikuti pelatihan ini, rencananya saya akan membuka travel sendiri, dan membuat wisatawan memiliki pengalaman menarik dengan mengetahui sejarah Sabang secara detail,” kata Aini.
Pelatihan ini juga melibatkan instruktur yang merupakan praktisi pariwisata dengan pengalaman luas. Instruktur memberikan pembekalan terkait teknik pemanduan wisata profesional, termasuk bagaimana menyampaikan informasi sejarah dengan menarik kepada wisatawan. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisata di Sabang.(*)












