Jelang Ramadhan, BI Perwakilan Aceh Dorong Penurunan Inflasi Hingga Kampanye Belanja Bijak

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Agus Chusaini sedang menyampaikan paparan materi kepada Wartawan Mitra BI Aceh dalam acara Bincang Bareng Media (BBM), di.Sebuah Coffee di Banda Aceh, Senin (17/2/2025). Foto/Irwansyah

Habapublik.com, Banda Aceh: Ekonomi Aceh pada 2025 diperkirakan tumbuh cukup kuat, hal ini tampak dari Ekonomi Aceh pada 2024 tumbuh 4,66% yoy.

Hal ini disebabkan adanya event besar di Aceh, yaitu PON XXI Aceh-Sumut, Pemilu dan Pilkada, serta Pembangunan Bendungan Keuruto, Bendungan Rukoh dan pembangunan Jalan Tol Sigli Banda Aceh, yang sangat berdampak pertumbuhan ekonomi Aceh.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Agus Chusaini kepada Wartawan Mitra BI Aceh dalam acara Bincang Bareng Media (BBM), di.Sebuah Coffee di Banda Aceh, Senin (17/2/2025).

Dijelaskan, Ekonomi Aceh masih tumbuh kuat pada 2025, walaupun ada kelambatan sangat kecil. “Hal ini disebabkan di Aceh ada 61.000 Hektar lahan untuk mendukung program ketahanan pangan di Aceh.Selain itu Eksport batu bara juga akan berdampak ekonomi Aceh terus tumbuh”, ujar Agus Chusaini.

Disisi lain stabilisasi ekonomi keuangan juga tumbuh cukup baik, yaitu tumbuh 14,04% dan lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya.

BI Perwakilan Aceh terus Mendorong masyarakat untuk terus melakukan Digitalisasi, karena dengan digitalisasi bisa meningkatkan Transparansi, efisien, dah bisa menambah tenaga kerja baru.

“Penggunaan Qris sampai Desember 2024 tercatat 17,03 juta transaksi, dengan nominal 2.09 triliun. Dengan Merchant yang tersebar diseluruh Aceh tercatat 178.926 merchant”, kata Agus Chusaini.

Inflasi Aceh cukup stabil, tampak pada Januari 2025 inflasi Aceh menurun, hal ini disebabkan salah satunya akibat diskon 50% tarif listrik dan beberapa hal lainnya.

“BI Perwakilan Aceh terus melakukan upaya untuk mendukung Pengendalian inflasi, seperti mendorong produksi untuk mendukung ketahanan pangan, menambah luas lahan pertanian, optamalisasi KAD, fasilitasi distribusi pangan, Optimalisasi pasar murah, penguatan digitalisasi dan data pangan, penguatan koordinasi dan komunikasi”, tuturnya.

Selain itu, memasuki Ramadhan kita akan terus mendorong penurunan inflasi, dengan melakukan evaluasi kinerja TPID SE Aceh, koordinasi dengan biro ekonomi dan dinas terkait terkait pengendalian inflasi, dan pemantauan perkembangan inflasi secara mingguan dalam Vicon Kemendagri yang dilakukan setiap Minggu.

“Adapun Komoditas yg perlu di waspadai, seperti ayam, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, bawang merah dan bawang putih,” ujarnya.

“Menjelang Ramadhan, BI Perwakilan Aceh juga terus melakukan kampanye belanja bijak untuk Ramadhan yang lebih berkah ,kepada masyarakat, untuk mengonsumsi secukupnya, Hindari belanja berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, bandingkan harga untuk memperoleh harg terbaik, belanja barang pengganti jika barang yang dibeli mahal, tidak penimbunan barang serta menghindari panic buying”, tutup Agus Chusaini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *