Habapublik.com,Banda Aceh: Warga Gampong Lamteumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, mengeluhkan kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang sudah padam selama tiga bulan di daerah setempat.
Hal itu disampaikan Teuku Iqbal Djohan SE, Anggota DPRK Banda Aceh setelah menerima keluhan warga terkait masalah lampu jalan yang padam di sejumlah Gampong dalam Kota Banda Aceh.
Ia mengatakan, akibat minimnya penerangan membuat beberapa ruas jalan di kawasan tersebut, terutama di Lorong-lorong misalnya, menjadi gelap gulita pada malam hari.
Seperti di jalan di Gampong Lamtemen Barat ini merupakan jalur yang sering dilalui warga karena berbatasan langsung dengan Geuceu Menara serta akses penghubung antara Jalan Cut Nyak Dhien, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan Sudirman menuju Rumah Sakit Fakinah.
Minimnya penerangan membuat warga merasa khawatir akan risiko kecelakaan serta meningkatnya potensi kejahatan, termasuk babi hutan yang melintas.
“Sudah tiga bulan empat buah lampu jalan di sini mati pak dewan. Padahal, jalan ini ramai dilalui warga dan kendaraan,” ujar Iqbal meniru keluhan seorang warga setempat kepadanya, Jumat (28/2/2025).
Selain itu, Kondisi jalan yang gelap akibat minim penerangan, adanya babi hutan yang kerap melintas, membuat kekhawatiran warga saat melintas di malam hari di jalan itu.
Apalagi malam ini mulai memasuki Ramadhan, aktivitas warga malam hari semakin meningkat seperti pergi ke masjid atau meunasah untuk melaksanakan ibadah shalat tarawih, ke warung kopi yang memang selama ini sudah menjadi kebiasaan warga kota, dimana siang hari berpuasa, malam hari bersosialisasi dan bersilaturahmi sesama warga, kemudian berlalu lalang untuk kebutuhan lainnya.
Karena itu, Politisi Partai Nasdem DPRK Banda Aceh ini meminta pemerintah Kota Banda Aceh melalui dinas terkait segera mengambil tindakan untuk memperbaiki lampu-lampu jalan yang mati disejumlah Gampong di kota Banda Aceh.
“Penerangan jalan ini sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat melintas, apalagi selama ramadhan ini, warga beribadah shalat tarawih dan sebagainya,” pungkas Iqbal Djohan.(*)












