Dinkes dan KB Kota Sabang Gelar Rakor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kegiatan ini berlangsung di Mata Ie Resort, Sabang, mulai 25-28 Agustus 2025. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kegiatan ini berlangsung di Mata Ie Resort, Sabang, mulai 25-28 Agustus 2025.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang, dr. Edi Suharto mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Ia menekankan pentingnya resiliensi sistem kesehatan serta koordinasi lintas program dan sektor dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan.

“Pandemi lalu menyadarkan kita bahwa kesehatan adalah isu prioritas. Diperlukan koordinasi yang baik agar pencegahan dan pengendalian penyakit berjalan optimal,” kata dr. Edi Suharto, Senin (25/8/2025).

Menurutnya, berbagai persoalan kesehatan baik menular maupun tidak menular harus ditangani dengan cepat melalui transformasi layanan primer. Saat ini, layanan posyandu terintegrasi atau Posyandu ILP telah menjadi salah satu bentuk nyata transformasi kesehatan.

“Kegiatan Rakor ini dilaksanakan untuk meningkatkan sinergi tenaga kesehatan, terutama di puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengantisipasi berbagai upaya pencegahan yang bisa ditindaklanjuti dengan respon cepat,” tambahnya.

Rakor Bidang P2P ini diikuti sebanyak 50 peserta dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Sabang. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam penanggulangan kejadian kesehatan di masyarakat secara menyeluruh.

Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat setiap lini program di tingkat pelayanan kesehatan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal di Sabang.

Dengan pelaksanaan Rakor ini, pemerintah daerah berharap adanya langkah konkret yang terus berlanjut. Sinergi yang terbangun diyakini mampu memperkuat sistem kesehatan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *