Habapublik.com, Blangkejeren: Harga gabah kopi di Kabupaten Gayo Lues kini mencapai Rp46.000 per bambu. Kenaikan harga ini menjadi kabar gembira bagi petani, karena kopi merupakan komoditas andalan yang selama ini menopang perekonomian masyarakat.
Dibalik euforia kenaikan harga, masih tersisa banyak persoalan klasik yang belum terselesaikan. Para petani mengaku harga yang naik memang sedikit meringankan beban hidup, tetapi kenyataannya mereka belum sepenuhnya menikmati hasil jerih payah sendiri.
Tengkulak masih memegang peran dominan dalam rantai distribusi kopi. Akibatnya, keuntungan terbesar justru lebih banyak dinikmati oleh para pengepul dan pedagang besar, bukan petani di kebun.
“Kalau harga naik, kami tentu senang. Tapi tetap saja petani tidak bisa menentukan harga sendiri. Kami masih bergantung penuh pada tengkulak yang sering main harga,” ujar seorang petani Selasa 2/9/2025) di Kecamatan Blangkejeren.
Selain itu, minimnya perhatian pemerintah terhadap akses pasar, permodalan, hingga penyediaan fasilitas pascapanen, membuat petani tetap berada pada posisi lemah. Padahal, kopi Gayo dikenal dunia dengan kualitasnya yang tinggi dan menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia.
Ironisnya, jalan rusak menuju sentra kebun, kurangnya gudang penyimpanan, serta lemahnya pengawasan harga membuat potensi besar kopi Gayo Lues seakan dibiarkan berjalan tanpa arah. Petani hanya menjadi pekerja di tanah sendiri, sementara keuntungan besar berputar di tangan segelintir pihak.
Kenaikan harga hingga Rp46.000 per bambu seharusnya menjadi momentum pemerintah daerah untuk hadir lebih serius. Tidak cukup hanya berbangga dengan label “kopi Gayo” yang sudah mendunia, tetapi perlu kebijakan nyata, dari memperbaiki infrastruktur, menyiapkan koperasi tani yang sehat, hingga memutus mata rantai tengkulak.
Jika tidak, harga kopi setinggi apapun hanyalah angka di pasar. Bagi petani, hidup tetap berat, hasil tetap tak sebanding dengan keringat, dan kesejahteraan hanya akan menjadi mimpi panjang yang tak pernah terwujud. (*)












