Habapublik.com, Sabang: Bea Cukai Sabang terus mendorong pengembangan 30 UMKM binaannya yang seluruhnya bergerak di sektor makanan. Upaya pembinaan dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas produk serta membuka akses ekspor.
Kepala Kantor Bea Cukai Sabang, Kiagus Nurzaman Muhammad, S.E., M.E menjelaskan, pembinaan UMKM merupakan program nasional yang wajib dijalankan setiap kantor pelayanan. Pendampingan dilakukan mulai dari edukasi dasar hingga pemenuhan persyaratan ekspor.
“Kita ada total 30 UMKM binaan, namun yang paling potensial orientasi ekspor saat ini baru empat. Pembinaan yang dilakukan mencakup pengetahuan pembuatan usaha hingga pencocokan dengan pembeli luar negeri,” ujar Kiagus, Rabu (26/11/2025).
Ia menambahkan, Bea Cukai Sabang turut memberikan asistensi perizinan seperti NIB (Nomor Induk Berusaha) dan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), serta pendampingan penguatan kemasan dan sertifikasi halal. Upaya ini diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing produk.
“Kita sudah pernah melakukan satu kali pengiriman gabungan ke luar negeri, dan ini memberi motivasi besar bagi UMKM lain. Walaupun volumenya kecil, pengiriman tersebut menjadi langkah awal untuk membuka pasar internasional,” tambahnya.
Ekspor perdana dilakukan ke Malaysia karena tingginya jumlah wisatawan negara tersebut yang berkunjung ke Sabang. Bea Cukai berharap interaksi wisatawan dengan produk lokal dapat membuka peluang pemesanan langsung dari luar negeri.
Ke depan, Bea Cukai Sabang tetap fokus pada pembinaan 30 UMKM tanpa penambahan baru. Pihaknya optimistis pendampingan intensif mampu mendorong lebih banyak UMKM Sabang menembus pasar ekspor. (*)












