Daerah  

Update Kebakaran Jagong Jeget: 96 Bangunan Terdampak, 72 KK atau 255 Jiwa Mengungsi

Asap masih menyelimuti kawasan Pasar Jagong Jeget, Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, pasca kobaran api meluluhlantakkan kawasan tersebut, Minggu, 9 Agustus 2026. Foto: Dok BPBD Aceh Tengah

Habapublik.com, Takengon – Asap masih menyelimuti kawasan Pasar Jagong Jeget, Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, pasca kobaran api meluluhlantakkan kawasan tersebut, Minggu, 9 Agustus 2026.

Kini yang tersisa di lokasi hanyalah puing-puing bangunan, rangka besi yang menghitam, serta barang-barang yang tak lagi dapat diselamatkan.

Bagi warga, kebakaran bukan sekadar menghanguskan bangunan, tetapi juga memutus tempat mereka tinggal dan mencari penghidupan.

Data terupdate Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah, berdasarkan pendataan BPBD Aceh Tengah hingga Minggu pukul 18.00 WIB, mencatat 96 bangunan terdampak.

Musibah itu turut memengaruhi kehidupan 72 kepala keluarga atau 255 jiwa. Di antara mereka terdapat 20 balita, tiga ibu hamil, satu penyandang disabilitas, dan 14 lansia.

Sementara 217 jiwa lainnya merupakan kelompok dewasa. Dua warga juga tercatat mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.35 WIB. Api dengan cepat membesar dan melanda kawasan Pasar Jagong Jeget. Sejumlah kios dan rumah toko ikut menjadi korban kobaran api.

Di tengah kepulan asap dan puing yang masih berserakan, perhatian kini beralih pada nasib warga yang kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mulai menyiapkan langkah penanganan, termasuk membuka peluang pembangunan hunian baru bagi masyarakat terdampak.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga saat berkoordinasi dengan Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah atau Dek Fadh, melalui sambungan telepon dari lokasi kebakaran, Minggu.

Dalam koordinasi itu, Haili Yoga melaporkan kondisi kawasan yang terdampak. Ia menyebut sekitar 96 bangunan terdampak dan puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Bupati juga menjelaskan, lokasi kebakaran berada di kawasan transmigrasi. Karena itu, pembangunan perumahan baru menjadi salah satu opsi yang akan diusulkan pemerintah untuk membantu warga kembali memiliki tempat tinggal.

Kini, setelah api dipadamkan, perjuangan warga belum berakhir. Mereka harus menghadapi kenyataan kehilangan rumah, tempat usaha, dan sebagian harta benda yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Data korban dan bangunan terdampak masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Di balik angka 96 bangunan, 72 kepala keluarga, atau 255 jiwa, ada kehidupan warga Jagong Jeget yang kini harus kembali dibangun dari puing-puing kebakaran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *