News  

Panggung MTQ ke-37 Aceh, Dari Area Sawah Kini Jadi Panggung Megah

Pekerja sedang memasang rangka panggung di depan bangunan utama MTQ untuk menyambut kafilah serta tamu dari seluruh Aceh. Foto/Hermansyah

Habapublik.com, Meureudu: Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie Jaya terus menunjukkan perkembangan signifikan. Area yang dulunya hamparan sawah kini berubah nyata menjadi panggung utama yang megah.

Panggung utama MTQ yang berlokasi di jantung kawasan pusat perkantoran pemerintahan Pidie Jaya itu kini menampilkan desain modern dengan sentuhan arsitektur islami. Nuansa dinding putih bisa melambangkan kesucian ajaran Islam dan niat yang murni.

Selain panggung utama, berbagai fasilitas pendukung juga terus dikebut untuk dibenahi, seperti area parkir, taman, jalan akses, serta tempat istirahat bagi para kafilah. Pemerintah setempat juga menggandeng instansi terkait guna mempercantik lingkungan di sekitar lokasi MTQ.

“Sejumlah dinding kantor pemerintahan dicat ulang dengan warna cerah, taman-taman dibenahi dengan penambahan bunga dan ornamen hias, serta dibuat air mancur di beberapa titik yang menambah keindahan area publik,” ujar Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, Jumat (17/10/2025).

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya sudah membuka ruas jalan baru untuk bisa diakses ke lokasi area panggung induk MTQ. Foto/Hermansyah.

Ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan kata Hasan Basri sudah diperbaiki, begitu juga dengan jembatan kecil penghubung antar jalan ditata ulang, dan selokan-selokan (got) dibersihkan demi menjaga kebersihan serta kelancaran aliran air.

Terpantau, berbagai penataan terus dilakukan untuk memperindah wajah kota, di antaranya dengan menempatkan vas bunga berukuran besar di depan kantor utama sebagai simbol keasrian sekaligus menciptakan suasana yang nyaman bagi kafilah dan tamu dari seluruh Aceh.

Wakil Bupati menyebutkan, bahwa upaya tersebut dilakukan agar pelaksanaan event MTQ Aceh ke-37 yang berlangsung tanggal 1-8 november mendatang berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi para kafilah dan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru kabupaten/kota di Aceh.

“Kami ingin menyambut tamu dari seluruh Aceh dengan menunjukkan wajah baru yang lebih indah, tertib, dan religius, sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menyongsong Aceh yang beriman dan berbudaya.” imbuhnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *