ASN Lhokseumawe Kumpulkan Dana Kemanusiaan Untuk Palestina

Pj Walikota A. Hanan bersama relawan Mer-C sedang menanda tangani penyerahan bantuan Kemanusiaan untuk pengungsi Palestina.(Foto/Alfatir).

Habapublik.comLhokseumawe : Para ASN Pemko Lhokseumawe, salurkan dana kemanusiaan untuk pengungsi Palestina. Bantuan kemanusiaan pengungsi Palestina di Gaza Utara tersebut, diserahkan secara sombolis oleh Pj Walikota A. Hanan bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Ruang Kerja Wali Kota Lhokseumawe. Selasa (13/3/2024).

Dalam penandatanganan berita acara tersebut, secara simbolis diserahkan dana sumbangan yang telah dikumpulkan sebesar Rp. 300.728.500,- masing-masing sebesar Rp. 40.132.000,- dari jajaran ASN Pemko Lhokseumawe, Rp. 191.415.000,- dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Rp. 69.181.500,- dari kantor Cabang Dinas Aceh di Kota Lhokseumawe.

Penjabat (Pj) Walikota Lhokseumawe A Hanan, SP, MM menyampaikan terima kasih kepada jajaran seluruh ASN Kota Lhokseumawe, Cabang Dinas Aceh Kota Lhokseumawe, dan semua yang memberikan kontribusi dan perhatian khusus terhadap masyarakat Palestina.

“Kita doakan sumbangan ini dapat mengurangi sedikit beban dari pada rakyat Palestina, semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua” harap Pj Wali Kota itu.

Dr. Damanhur, LC, MA relawan MER-C Kota Lhokseumawe sebagai penghubung tim MER-C GAZA sampaikan bahwa bantuan tersebut akan diberikan ke jalur Gaza Utara yang saat ini masih terisolasi.

Dr. Damanhur sebutkan seluruh bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat Gaza Palestina, sedangkan biaya operasional para relawan MER-C bersumber dari founder MER-C dan hibah lainnya.

“Inilah alasan kita memilih MER-C karena ketepatan dana yang diterima dari masyarakat disalurkan langsung kepada rakyat Palestina” imbuhnya.

Saat ini pengungsi tidak punya apa-apa. Bantuan sepiring makanan siang yang diberikan sangat bermakna untuk mereka. Selain tidak punya makanan dan minuman, Damanhur mengungkap pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza Utara juga memerlukan kasur, tikar, selimut atau pakaian hangat karena Gaza sedang memasuki musim dingin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *